Negara dalam Perspektif Jomblo

Tak banyak konsep negara yang disebut dalam kitab suci Al Qur’an. Sebaliknya, Al Qur’an lebih banyak mengungkap tentang konsep keluarga yang ideal. Hal ini sebenarnya pesan Tuhan kepada para manusia, bahwa tak mungkin akan terbentuk sebuah negara yang besar tanpa dimulai dari membangun keluarga yang sakinah. Negara yang kuat adalah akumulasi dari keluarga-keluarga yang harmonis dan sejahtera. Hal itu berarti juga bahwa tidak ada satupun negara yang kuat yang dibangun di atas rumah tangga yang tidak sejahtera atau bahkan berantakan.

Logika itu pula yang saya gunakan dalam membaca Indonesia hari ini. Indonesia tentu saja adalah sebuah negara yang besar. Hanya saja tengah diterpa serangkaian masalah yang seoalah tak kunjung usai. Negara ini kelimpungan menghadapi serangkaian konflik berlatar sentimen etnis dan agama serta berkembangnya paham radikalisme. Kondisi negara Indonesia saat ini sebenarnya merupakan representasi dari kondisi rumah tangga-rumah tangga yang ada di negara Indonesia. Kesadaran akan pentingnya menghargai perbedaan dan hidup dalam kesetaraan belum terbangun di level keluarga. Penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan konflik (mendidik anak) juga masih lazim terjadi. Hal inilah yang sebenarnya menjadi benih intoleransi dan radikalisme di Indonesia.

Anehnya, pemerintah seolah kebingungan mencari ujung pangkal benang kusut permasalahan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini, sehingga langkah yang ditempuh dalam menyelesaikan permasalahan pun sering tidak tepat. Padahal jika kita berpegang teguh pada kitab suci Al-Qur’an, kita tahu dari titik mana kita bisa mengurai permasalahan tersebut. Membangun negara yang kuat haruslah dimulai dengan membangun keluarga-keluarga yang kuat pula.

Terakhir, tentu saja ada banyak cara yang bisa dipilih seseorang dalam aksi bela negara atau hubbul waton, tapi yang tidak boleh ditawar adalah membangun keharmonisan keluarga, menyemai nilai-nilai toleransi dan kesetaraan di dalamnya. Hal itu tak lain karena keharmonisan dan kesejahteraan keluarga merupakan syarat mutlak terciptnya negara yang sejahtera, adil dan sentosa.

Bagi para jomblo, berhenti membual tentang cinta tanah air, aksi bela negara, dan terus merutuki nasib bangsa Indonesia yang tak kunjung membaik. Status kejombloan kalian sebenarnya turut serta menjadi penyebab kegalauan bangsa Indonesia. Segera pilih satu pasangan hidup, khitbah, nikahi, dan bangun keluarga yang harmonis, dengan begitu negara yang kuat dan sejahtera bukan lagi sebuah kemustahilan.

 

*) Penulis segera mengakhiri masa lajang, sebagai aksi bela negara 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *