Waspada! 7 Setan Ini Masih Berkeliaran di Bulan Ramadan

Rabu Wage di Malam Kamis Kliwon adalah Rabu wekasan di bulan Ruwah. Malam itu saya bersama dua orang pemandu berziarah ke komplek Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Itung-itung pengobat rindu karena saya belum bisa berziarah ke makam kakek dan nenek sebelum Ramadhan. Saya diajak keliling komplek pemakaman Gunung Sembung dan Gunung Jati. Pikir saya, kelak saya pun akan seperti itu atau lebih tragis lagi jika tanpa nisan, persis seperti korban-korban penculikan dan pembantaian dari waktu ke waktu yang tidak diketahui dimana rimbanya.

Meskipun mendatangi kuburan selalu dikait-kaitkan dengan ritual mistis dan mistis yang, menurut Tan Malaka dapat menghambat kemajuan sebuah Negara karena akan susah berfikir secara ilmiah serta sulit mengejar perkembangan teknologi. Namun bagi saya pribadi mendatangi kuburan adalah sarana untuk mengingat kembali kematian, menyusuri sulur kehidupan hingga ke akar. Hingga ada pepatah yang mengatakan ‘Jas Merah’, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Terkecuali itu adalah sejarah pahit nan getir bersama mantan ataupun sejarah pengkhianatan demi penghianatan yang sangat sensitif jika diperbincangkan.

Alhamdulillah, karena mata saya banyak dosa, saat saya memasuki area pekuburan saya tidak bertemu dengan hantu pocong, genderuwo, wewe gombel, sundel bolong Suzanna, siluman mata seribu, siluman ular, dan siluman-siluman lainnya. Pikir mereka mungkin masak iya setan nakutin setan. Hanya saja waktu di pekuburan tiba-tiba angin bertiup wus wus wus… wer ewer ewer… tanpa backsound lolongan anjing atau serigala ya, karena itu hanya ada di sinetron. Saya justu menemukan lima orang lelaki yang sedang sibuk membuat kaligrafi untuk papan nama mushola nan megah di dekat pekuburan yang baru saja selesai dibangun. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada backsound lolongan serigala atau anjing, justru lantunan asma Allah yang tak putus-putus dan silih berganti.

Tiba-tiba saya jadi ingat celoteh seseorang, untuk apa jauh-jauh ke kuburan berdzikir hingga pagi buta jika hanya ingin melihat setan. Cukup berdiri di depan cermin, maka dengan sendirinya dirimu akan melihat setan yang sesungguhnya. Dalam Q.S. Surat An Naas: 1 – 6 disebutkan:

“Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Rajanya manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.”

Nah maka dari itu maka akan diulas dengan singkat tujuh setan yang masih berkeliaran di bulan Ramadhan

1. Setan XXX
Setan ini bertempat tinggal di dunia maya. Untuk bertemu setan ini setidaknya harus memiliki kuota internet. Tidak memerlukan mantra khusus untuk melihatnya. Yang penting ada perangkat semisal PC, Laptop, Gadget yang terkoneksi dengan internet. Jenis setan XXX cukup beragam, mulai dari yang berwujud lokal orang Indonesia ataupun asing besutan Vivid Entertainment sampai yang cukup tenar di Asia adahal JAV. Bahaya dari setan xxx adalah mengganggu mental pola pikir seperti perilaku seks menyimpang.

2. Setan Medsos
Setan ini habitatnya masih di dunia maya, untuk bertemunya juga tak lebih seperti bertemu dengan setan XXX. Namun bedanya adalah memerlukan mantra dan perjanjian layaknya para pelaku pesugihan. Perjanjian dengan setan medsos akan memberikan akun, dan mantra yang dipakai adalah password. Setan medsos sebetulnya bisa membuat pengikutnya menjadai kaya, namun tak sedikit juga yang hanya jadi pemimpi dan cenderung menjadi sosok yang bukan dirinya. Udah punya suami ngakunya janda, sudah punya istri ngakunya duda, atau yang lebih sering adalah menambah beban para jomblo, dengan ikut mengaku-ngaku masih jomblo. Setan medsos juga rajin menyebar berita bohong alias hoax. Setan medsos juga bisa membuat kericuhan, menjadikan orang saling bermusuhan, berprasangka buruk, iri, dengki dan pengecut tentunya. Setan medsos juga sering membuat orang lupa waktu, udah masuk waktu salat masih saja asik bersama setan medsos.

Jenis setan medsos semakin beragam, mulai dari yang dikenal dengan Fesbuk, Tuitter, Bigoh Laiv. Hal yang disadari atau tidak, setan medsos dapat menelanjangi seseorang atau wilayah. Dan ini sangat disadari oleh para pemegang kebijakan ketahanan Negara di Republik ini, dengan selalu bilang awas bahaya proxy war, dan setan medsos adalah jelas salah satu agen penting dari proxy war.

3. Setan WhatsApp – BBM
Ruang kerja setan WA sebetulnya terbatas, biasanya adalah orang-orang dari kalangan kita kenal baik. Saudara, misalnya. Contoh cara kerja setan WA dapat didetekasi dengan mudah. Dati hal yang sangat sederhana saja, setan ini gemar membagi-bagikan gambar syur di group WA atau BBM. Ngajakin bergosip di WA atau BBM. Tak kurang, gambar korban peristiwa bom Kampung Melayu pun disebarkan tanpa mikir panjang dan tanpa perasaan dosa. *Takbiiirrrrr…..

4. Setan Ngabuburit
Setan jenis ini yang paling menggoda adalah dari kalangan wanita dengan berpakaian rok mini yang sexy semlohay aduhay menawarkan menu berbuka di pinggir jalan. Setan ngabuburit dari kalangan pria seringnya justru terlibat keributan dan tawuran. Sayang sekali kalo energinya dipake ribut-ribut, mbok mending nyusul R*z*eq ke Arab trus seret dia biar balik. Bilangin, banyak kasus yang menunggunya. Gak usah nunggu Ayah Rojak (ayahanda Ayu Tingting) deklarasi jadi bakal calon Gubernur Jabar.

5. Setan Ngantukan
Biasanya setan ini suka berpatokan bahwa tidurnya orang berpuasa adalah bernilai ibadah. Maka dari itu sepanjang hari dari imsak hingga berbuka, waktunya habis buat tidur. Lupa bekerja, lupa salat, lupa silaturahmi, pokoknya tidurrr dan tidur. Dah gitu  pas tidur malah mimpiin Raisa! Ealaaah……

6. Setan yang Menyukai Hal Baik dan Meninggalkan yang Buruk.
Di bulan Ramadhan, masjid-masjid akan selalu ramai. Lima waktu salat berjamaah selalu ramai. Belum lagi dengan salat tarawih berjamaah dan salat jumat berjamaah. Peluang setan ini sangat terbuka. Biasanya setan ini juga rajin ke masjid meskipun seringnya datang terlambat tapi pulangnya paling duluan. Sasaran setan ini adalah, sandal, sepatu, dan helm bermerk dan memiliki nilai jual yang cukup lumayan. Lumayan buat beli baju lebaran, pikirnya. Lupa bahwa yang dipakainya adalah duit haram. Na’udzubillahi min dzaliik!

7. Setan di Dalam Cermin
Siapakah setan di dalam cermin itu? Bisa aku, bisa juga kamu! Iblis pernah berujar kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, bahwa dirinya akan masuk kepada orang yang sombong seperti Fir’aun. Iblis akan memutarkan hati sang manusia ke mana saja sesuai kehendaknya. Iblis juga akan membuat orang ini senang kepada dunia, melupakan ibadah dan tidak mengeluarkan zakat.

Iblis akan melakukan pengkaderan kepada manusia hingga menjadi setan di dalam cermin. Iblis akan menggoda manusia agar datang ke Gunung Kawi untuk meminta kaya, dan setelah ia kaya akan sombong dan lupa beramal. Setelah itu maka setan dalam cermin akan saling berebut harta, kekuasaan, saling benci dan menghina kepada yang miskin.

Tanpa adanya setan di dalam cermin, maka setan XXX dan setan medsos, setan WA-BBM, setan ngabuburit, setan ngantukan, setan yang menyukai hal baik dan meninggalkan yang buruk akan sulit terdeteksi.

Wajar jika menjelang Ramadhan, saat Ramadhan atau sesudah Ramadhan justru angka kriminalitas meningkat. Agama sebagai jalan spiritualitas dalam rangka merawat rohani bergeser kepada ranah materialisme. Berbuka dan sahur dengan makanan yang berlebih-lebihan, baju baru, gadget baru, motor baru, mobil baru, istri baru. Niat awal berpuasa untuk lebih mengenal diri sendiri, mengekang hawa nafsu dan agar kembali fitri, justru menjadi ajang upaya unjuk diri atas hasil pencapaian hidup.

Tenang saja, ini baru mau masuk awal Ramadhan, setidaknya ada waktu sekitar tiga puluh hari lagi untuk mempersiapkan segudang pertanyaan pada saat hari lebaran, pertanyaan-pertanyaan yang memprovokasi dan yang pasti saat lebaran setan-setan sudah tidak dibelenggu lagi. Sudah siapkah menjawab pertanyaan berikut ini, yang konon lebih menakutkan daripada bertemu setan?

“Kapan WISUDA?”
“Kok belum bawa calon sih buat dikenalin ke keluarga besar?”
“Betewe NIKAHnya kapan nih?”
“Udah punya Anak berapa?”
“Suaminya Kerja dimana, katanya mau beli mobil baru, mana mobilnya?”
“Duh kok handphone-nya blom ada WA nya sih, jadul banget, minta beliin dong sama mamasnya?”
“Katanya sekarang udah kerja ya di perusahaan ternama, mau ngga dikenalin sama anak tante?”

Dan tentunya masih sekali banyak pertanyaan serupa lainnya. Khusus untuk pertanyaan kapan nikah, saya kasih template buat jawaban: “Yang jelas Raisa udah tunangan sama Hamish, mau gimana lagi ya mungkin guwe nunggu dia entah berapa purnama lagi, jadi pliss biarkan guwe menunggu dan guwe akan tetap tegar meskipun jomblo, karena lo tau, guwe ini sedang menunggu Raisa… ” “What? Lo gak tau Raisa habis lamaran? Kudet bingits deh.. Coba cek ricek hestek  #HariPatahHatiNasional. Masa gara-gara mereka tunangan guwe kudu bikin bom panci, dan kalo guwe bikin bom panci lo mungkin orang pertama yang kudu guwe bom, nanya kapan nikah mulu… pliiisss deh!!!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *